Minggu, 17 Januari 2010

city noer bye

Siti Nurbaya ( Kasih Tak Sampai )
Pengarang : Marah Rusli
Penerbit : Balai Pustaka
Tahun Terbit : 1992
Tempat Terbit : Jakarta
Tebal : 271 halaman
Pelaku : Siti Nurbaya, Samsulbahri, Datuk Maringgih, Baginda Sulaiman, dan Sultan Mahmud.
Sinopsis :
Ibunya meninggal saat Siti Nurbaya masih kanak-kanak, maka bisa dikatakan itulah titik awal penderitaan hidupnya. Sejak saat itu hingga dewasa dan mengerti cinta ia hanya hidup bersama Baginda Sulaiman, ayah yang sangat disayanginya. Ayahnya adalah seorang pedagang yang terkemuka di kota Padang. Sebagian modal usahanya merupakan uang pinjaman dari seorang rentenir bernama Datuk Maringgih.
Pada mulanya usaha perdagangan Baginda Sulaiman mendapat kemajuan pesat. Hal itu tidak dikehendaki oleh rentenir seperti Datuk Maringgih. Maka untuk melampiaskan keserakahannya Datuk Maringgih menyuruh kaki tangannya membakar semua kios milik Baginda Sulaiman. Dengan demikian hancurlah usaha Baginda Sulaiman. Ia jatuh miskin dan tak sanggup membayar hutang-hutangnya pada Datuk Maringgih. Dan inilah kesempatan yang dinanti-nantikannya. Datuk Maringgih mendesak Baginda Sulaiman yang sudah tak berdaya agar melunasi semua hutangnya. Boleh hutang tersebut dapat dianggap lunas, asalkan Baginda Sulaiman mau menyerahkan Siti Nurbaya, puterinya, kepada Datuk Maringgih. Menghadapi kenyataan seperti itu Baginda Sulaiman yang memang sudah tak sanggup lagi membayar hutang-hutangnya tidak menemukan pilihan lain selain yang ditawarkan oleh Datuk Maringgih.
Siti Nurbaya menangis menghadapi kenyataan bahwa dirinya yang cantik dan muda belia harus menikah dengan Datuk Maringgih yang tua bangka dan berkulit kasar seprti kulit katak. Lebih sedih lagi ketika ia teringat Samsulbahri, kekasihnya yang sedang sekolah di Stovia, Jakarta. Sungguh berat memang, namun demi keselamatan dan kebahagiaan ayahandanya ia mau mengorbankan kehormatan dirinya.
Samsulbahri yang berada di Jakata mengetahui peristiwa yang terjadi di desanya, terlebih karena Siti Nurbaya mengirimkan surat yang menceritakan tentang nasib yang dialami keluarganya.
Pada suatu hari ketika Samsulbahri dalam liburan kembali ke Padang, ia dapat bertemu empat mata dengan Siti Nurbaya yang telah resmi menjadi istri Datuk Maringgih. Pertemuan itu diketahui oleh Datuk Maringgih sehingga terjadi keributan. Teriakan Siti Nurbaya terdengar oleh ayahnya yang tengah terbaring karena sakit keras. Baginda Sulaiman berusaha bangkit, tetapi akhirnya jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhir.
Mendengar itu, ayah Samsulbahri yaitu Sultan Mahmud yang kebetulan menjadi penghulu kota Padang, malu atas perbuatan anaknya. Sehingga Samsulbahri harus kembali ke Jakarta dan ia benrjanji untuk tidak kembali lagi kepada keluargannya di Padang. Datuk Maringgih juga tidak tinggal diam, karena Siti Nurbaya diusirnya.
Siti Nurbaya yang mendengar bahwa kekasihnya diusir orang tuanya, timbul niatnya untuk pergi menyusul Samsulbahri ke Jakarta. Tetapi niatnya itu diketahui oleh kaki tangan Datuk Maringih. Karena itu dengan siasat dan fitnahnya, Datuk Maringgih dengan bantuan kaki tangannya dapat memaksa Siti Nurbaya kembali dengan perantaraan polisi.
Tak lama kemudian Siti Nurbaya meninggal dunia karena memakan lemang beracun yang sengaja diberikan oleh kaki tangan Datuk Maringgih. Kematian Siti Nurbaya itu terdengar oleh Samsulbahri sehingga ia menjadi putus asa dan mencoba melakukan bunuh diri. Akan tetapi mujurlah karena ia tak meninggal. Sejak saat itu Samsulbahri tidak meneruskan sekolahnya dan memasuki dinas militer.
Sepuluh tahun kemudian, dikisahkan dikota Padang sering terjadi huru-hara dan tindak kejahatan akibat ulah Datuk Maringgih dan orang-orangnya. Samsulbahri yang telah berpangkat Letnan dikirim untuk melakukan pengamanan. Samsulbahri yang mengubah namanya menjadi Letnan Mas segera menyerbu kota Padang. Ketika bertemu dengan Datuk Maringgih dalam suatu keributan tanpa berpikir panjang lagi Samsulbahri menembaknya. Datuk Maringgih jatuh tersungkur, namun sebelum tewas ia sempat membacok kepala Samsulbahri dengan parangnya.
Samsulbahri alias Letnan Mas segera dilarikan ke rumah sakit. Pada saat-saat terakhir menjelang ajalnya, ia meminta dipertemukan dengan ayahandanya. Tetapi ajal lebih dulu merenggut sebelum Samsulbahri sempat bertemu dengan orangtuanya .
Buku ini diterbitkan pertama kali oleh Balai Pustaka pada tahu 1922. Buku yang berjudul Siti Nurbaya ini berhasil menempatkan diri sebagai puncak roman di antara roman-roman lain yang dianggap orang sebagai puncak roman dalam Sastra Indonesia Modern. Penilaian itu tidak didasarkan pada temanya, tetapi berdasarkan pemakaian bahasa dan gayanya yang tersendiri. Buku ini menggunakan bahasa melayu. Oleh karena itu, orang melayu pasti akan lebih mudah membaca dan segera mengerti isinya. Karena terkenalnya sampai-sampai zaman itu dinamai zaman Siti Nurbaya.
Roman karyanya ini berhasil merebut hadiah tahunan dalam bidang sastra, yang diberikan oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1969.
Dalam karya-karyanya berjudul Siti Nurbaya, Marah Rusli ingin merombak adat yang berlaku pada masa itu dan dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. Membaca roman Siti Nurbaya kita diajak mengikuti liku-liku kehidupan masyarakat Padang pada masa itu, khususnya kisah cinta yang tak kunjung padam dari sepasang anak manusia, Siti Nurbaya dan Samsulbahri.
Pengarang, dalam hal ini Marah Rusli sebagai pemuda terpelajar memiliki pemikiran jauh lebih maju daripada masyarakat disekitarnya. Ia telah mengenal tata cara hidup dan kebudayaan asing yang sedikit banyak sangat berpengaruh terhadap jiwanya. Dari dasar itu timbul gejolak pemberontak ingin menerobos adat lama yang mengungkung dengan ketat dan dianggap oleh Marah Rusli sebagai sesuatu yang tidak perlu terjadi.
Sayangnya, kisah cinta antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri tidak dapat dibaca oleh semua kalangan. Hal ini dikarenakan novel ini termasuk ke dalam buku bacaan untuk orang dewasa. Kisah cinta karangan Marah Rusli ini sangat bertentangan dengan budaya sekarang. Karena banyak orang menganggap bahwa kawin paksa merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Selain itu, kisah-kisah yang diwarnai dengan pembunuhan dan kekejaman sangat tidak bisa diterima. Dengan adanya pergeseran budaya, cerita ini semakin lama semakin sedikit yang membacanya. Selain karena pemaparan cerita dengan kaidah bahasa Indonesia yang baku, cover yang ditampilkan masih saja sama seperti sebelunya dan tidak pernah berubah. Sehingga orang sedikit jenuh membacanya.
Walaupun begitu, Roman karyanya ini berhasil merebut hadiah tahunan dalam bidang sastra, yang diberikan oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1969. Hal ini membuktikan bahwa karya besar Marah Rusli ini merupakan salah satu dari karya sastra terbaik Indonesia. Hingga saat ini, belum ada novel yang menggugah hati saya untuk berpaling dari Siti Nurbaya.

Kamis, 14 Januari 2010

reni's birthday

hoLeeeeeeeee...

kini hari uLtah renuik d SulmetQ. Swit sventin lho..
me tultah yo nuik. Dag banyak yang bisa uva ketikkan di blog ko. Hanya berupa pesan gaib. Jieh. Gaya laii. Dag ren. Do’a uva tanpa perantara. Langsuang ke alamat yang di tuju. Our Lord. Our Gog. Tak alin tak bukan. Allah subhana Wata’ala. Bia uva bermunajad tangah malam beko. Mandoaan sobat uva ciek ko.

So..
Syukur kalo lu suko kado dari uva n aLL ovv dikurok. Uva sanang. Bana-bana ko ha. Uva beruntung lu bisa masuak kehidupan uva and jadi yang spesial di ati lu ren. Mancaliak lu galak, gadang ati ko di bueknyo. Jan ge er lo.

Oceoce.
Anggab se uva pahlawan tanpa tanda jasa. Alah nyumbang tak seberapa, ngucapan selamat pas lah ditraktir lo. Hehehe. Yo lah. Lu dag tau do nag. Penuh perjuangan uva pi pasa mo orin cik kudo tu mah. Alun lai palo ko sakik bana ko hhha. Dag tangguang” do. Untuang utak ko dag gadang” na kapasitasnyo do a. Dag lah maledak dari tadi ma.

Kami lah bolakbaliak nyari kue untuak lu Ren. Tapi sayang, dag ado yg cocok. Bukan kue tu dag pas samo roman: lu ren. Tapi harago e tu a. Kami nyari yang di bawah sapuluah ibu dag dapekdapek do. Inisiatif kami, kue ultah lu diganti se samo rakik maco. Bis tu balanjuang rakik se wag salasai maagiah kado. Pi kami usahoan jo nyari.
Ari dag talakik. Dag itu alasan sana e do ren. Pitih sayuik. Pitih proposal ka mujib ju ingeng alun tambuih. Rencana ka bataruihhhan pulo ka lapau mami ju Bundo mah. Pi pitih ko bana nan dag ado untuak mam prin an ne. Hahaha. Itu jo inti e nyo. Pitih.

Mav yo ren. Kado nyo dag seberapa. Dag maha*manuruik uva sangaik lah mahhha. Dag rancak. Simpel. And banyak kurang” lain ne. Pi jan itu lo yang lu caliak. Kecek urang “Lihatlah seberapa penting benda itu bagimu dan orang yang memberinya”. Hehe. Tu kecek uva se nyo. Yang batua keikhlasannya. Kami ikhlas walau tak rela ren. Hahaha. Dag gai do. Kami ikhlas ren. Untuang” amal kami sado e laia dari sahalai kain yang lu pakai untuak mahadok yang kuaso Ren. So, acokacok lu sumbayang Ren. Tunggaktunggik ikua tu siang malam. Nak bapahalo lo kamikami ko a.

Alah lu yo Ren. Ko surek dag langsuang untuak lu. Dag tabaco dag anti. Salamelekum.

no title

2010-1-13 a day before Reni’s birthday
Aku sendiri lagi kali ini. Walau banyak orang disekelilingku. Aku tak tahu harus menulis apa. Ku harap bukan orang lain yang duduk di kursi itu lain kali. Karena aku bosan jika bukan kau.

sebentuk isi hati

Hahhhhhaiii....

uPa Yatong lah lamo abbsen..
hokeh
uva dah terniat dLm ati wad ngepostingin ne text ke bLog. Let’s see..

2010-1-12 09.45
Aku duduk diam di tempat duduk ku seperti biasa. Terdiam, juga seperti biasa. Menulis juga seperti biasa. Kita memang tak saling mengenal. Dalam beberapa bulan terakhir, aku hanya tahu namamu. Beberapa tingkah unikmu, dan caramu berdandan. Aku tahu, aku terlalu malu bila bertanya lebih dari itu. Aku tidak akan menanyakan berapa nomer hapemu-karena aku tahu aku bakal pingsan duluan sebelum sempat memencet tombol jawab di keypad. Aku juga tak akan menanyakan dimana rumahmu karena aku tak akan pernah berkunjung ke sana. Dan kau tahu? Aku tidak akan mengangis jika pagi ini kudengar berita bahwa kau telah mati-tabrak lari. Aku tidak akan menyesal karena untungnya aku tak mengenalmu lebih jauh.
Rasa itu muncul begitu saja-tidak! Aku tidak sedang jatuh cinta padamu. Jangan berharap lebih dari rasa kagum. Aku tak tahu bagian mana darimu yang kukagumi. Kau hanya orang biasa. Bahkan terlalu biasa. Tapi tidak bagiku. Kau punya aura berbeda ketikaku mulai melirikmu.
Tak banyak kata yang telah ku utarakan padamu. Seingatku, perbicangan itu tidak berlangsung lama. Aku bertanya dan kau menjawab. Sederhana saja. Tak lebih dari sepuluh kata dalam kurun waktu beberapa bullan. Kau tahu iut kan. Aku terlalu malu jika harus membayangkan ekspresiku saat berbicara denganmu.
Pernah beberapa kali aku bosan sekolah. Kuputuskan untuk bolos saat itu. Tapi bayangmu terpatri erat dibenakku. Ingin bertemu. Rasa itu yang menyerang paru-paruku saat iu dan saat ini. Membuatku sesak. Tolong jangan paksa aku untuk bertemu kamu hari ini.
Aku tak berharap kau juga merasakan hal yang sama denganku. Sekalipun kau tak acuh, kau tak berhak melarangku menyukaimu. Ini rasaku-bukan rasamu.

*Format penulisan tidak menurut isi sananyo. Di ubah menurut swasana hati

Senin, 11 Januari 2010

haPe cayang and aLL damn thing for this week

Hahhhaiiii

Udah lm jg ne, uva g curhat. Eh. G curhat. Ada yg p’nah bilang ma uva qLu curhat itu cm wad orang lemah. Dan uva bukan golongan orang’’ kyk gt. Ganti aja de. Apa y...
Mmmmmm
*mikir



.......

...
...

......

kelamaan. Intinya disini uva pengen ngeluarin uneg uneg yg udh g bisa kbendung lagi. Uva bakal crita all of accident yg t’jadi dalam kurun waktu seminggu ne
*terlalu formal g sih???

Y udh de. Apa y..
Tau aj. Uva super pikun g ingat nih kejadian apa aja yg udah kejadian. Hehe
Hokeh. Disanalah gunanya henpon. Walau hape seken-bakeh urang dan harganya g lebih dari ongkos travel ke pakanbaru *tidak termasuk ongkos pulang, henpon esia tanpa tipe itu selalu nemenin uva di masa’’ sulit uva selama ini. Kita sebud aja Hape Usang Bakeh Urang Tapi Lebih Canggih Pado Hape Palakak Anjiang.
Okehh..
Hape Usang Bakeh Urang Tapi Lebih Canggih Pado Hape Palakak Anjiang ini ato disingkat dg HUBUTLCPHPA ini berisi feature yg sangadsangad lengkap. Dengan satu-satunya permainan yang ada-Gulper, this handphone ngebantu uva dalam ujian kalo mesti ngali-ngali bilangan apapun di luar jangkauan otak. Walupun Cuma bisa kabataku, hape sayang uva ko juga bisa ngirim sms. Canggih kan? Kalo hape urang karakternya sampai sembilan ratus atau bahkan ribuan karakter, hape uva lebih canggih. Bisa meminimalisir karakter’’ yg ada, sehingga uva cuma bisa make 160 karakter-tak lebih. Lebih simpel kan? Mantab

Selain itu..
Hape uva rajin ngingetin wad belajar. Why why? Karena hape uva dag bisa oL. Itu supayo uva dag taniek dalam hati buad ngutak atik peshbuk ata abdet status or blablabla. So, uva pokus braja.

Dan,,
The special thing is.....


Di sanalah tersimpan segala sms’’ baik dari menejer ataupun fens’’ belahan hati uva. Thats the most important thing. Mari kita jabarkan sia-sia se yg lah masuak kotak masuak uva dalam sehari ko:
• Gaek cow sumbudy
• I_Phat drakhuLa
• oLd Friend_aZzka
• PlendShibQe’’m
• Bobysoxer adereaY
• muhZeap nYiph
• En masi banyak lagi *baso gauLe menimor

Itulah segelintir urang yg nge sms uva dalam sahari ko. Mambuek inbox uva panuah se.
Yo lah. Pi uva nio cito tentang kejadian’’ dalam minggu ko nag???
Okeh

Here they are!

SENAIIAN pertama di tahun 2010, tepatnya 4 Januari 2010.
Uva nulis kayak giko d henpon cantik :40110BrPlgLgsgBkrKkiSiMataIkan. *tanpa mengurangi format penulisan.
Tau se la. Hape uva paLak, dag bisa lebih dari 160 karakter. So, uva menyingkat sesingkat-singkatnya hurup nan ada. Makasudnya, patang-patangko kan uva si cantik dapet musibah-sebuah wabah menjijikkan, menggelikan en.. pokokY dag lamak untuak di ungkit’’. And, honestly..
Di kaki uva ado mato ikan nyo...
Iiiiiiii
Jijik

Malam itu juo uva cari informasi tentang mato ikan kampret tu. Kecek urang’’ internet, kaki tu mesti di bakar ato di agiah alkohol atau di agiah balsem. Plus kecek reni dsuLmetQ, latak_an kaki di batu angek. Berbekal pengalaman beberapa tahun di bidang perkakian spesialis mato ikan, reni maagiah solusi.
“va, kecek amak ni, latak_an kaki di ateh batu angek. soaL nyo mato ikan tu sanang kanai yang angek. Bis tu, cegak se kaki ni lay”
“kalau indak, pakai pinset qLu dag guntiang kuku, dag silet”

reni emang bisa diandaLkan dLm sgla hal. Apapun. Tapi untuak sarannyo yg terakhir, uva angkat tangan. Dag talok. Uva dag tega mengamputasi kaki sendiri walo hanya sagadang cik iduang. Tidak akan. Masalahnyo, uva lah bersama kaki ko lah terlalu lamo. Dag mungkin lah uva membiarkan ado bagian yang terbuang, tercampakkan dan terhina karena mengidap virus si mato lauak busuak.

Pulang skul. Akhirnyo uva mengumpulkan tekad dan keberanian, mambaka kaki pakai cituih. Padiah? Ya iyalah. Dag tangguang-tangguang, uva emosi, uva baka gorden pintu.
Dag. Ado perubahan sih. Si mato ikan makin mangganas. Tidak!!
Dag bisa dengan cara bakar kaki, uva membalsem diri. Tiok manga-manga jo, balsem selalu ado disamping. Dalam suka dan duka. Berharap si mato ikan busuk bakal kabur, apapun bakal dilakuin. I Swear.
Uva olesi balsem ka kaki tiok ari. Huah. Hasilnya? Jangan ditanya. Sangatsangat tidak berhasil sama sekali. Selamat

SELASA PERTAMA DI 2010, TEPATNYA 5 JANUARI 2010.
Uva curhat kyk giko di hape: 50110GssltYgQKr*tanpa mengurangi format penulisan.
Uva lupo kayak ap persisnyo kejadian hari itu. Dan waktu itu, uva dimintak untuak menjadi seseorang yang berbeda dari tahun 2010. uva ngerasa sulit sebelumY. Bahkan uva butuh bantuan dari kawan’’ saat itu meskipun harusnyo uva bisa ngelakuin sorang. Setelah uva jalani. Hari yg uva anggab bakal tidak menyenangkan-penuh duka and what a dredful day, ternyata berubah jadi nice day. Huaaah.
Just trying. Kata itu harus selalu ado di banak.

RABU PERTAMA DI 2010, TEPATNYA 6 JANUARI 2010
Dag ado kato-kato tertera di draft mete-mete uva. Pi, satu hal yang pasti uva ingek di hari iko...
It’s Ade’s b’day. Uva ngucapin met ultah ka ade lewad sms dengan beberapa do’a jampi-jampi. Moga +santiang+manih+and banyak tambah’’ lain yg uva ketikkan, sampai ke moga+anak. G ding.

Uva panek. Ama cigokcigok apo yg uva ketik. Lah lu y.