Kamis, 14 Januari 2010

sebentuk isi hati

Hahhhhhaiii....

uPa Yatong lah lamo abbsen..
hokeh
uva dah terniat dLm ati wad ngepostingin ne text ke bLog. Let’s see..

2010-1-12 09.45
Aku duduk diam di tempat duduk ku seperti biasa. Terdiam, juga seperti biasa. Menulis juga seperti biasa. Kita memang tak saling mengenal. Dalam beberapa bulan terakhir, aku hanya tahu namamu. Beberapa tingkah unikmu, dan caramu berdandan. Aku tahu, aku terlalu malu bila bertanya lebih dari itu. Aku tidak akan menanyakan berapa nomer hapemu-karena aku tahu aku bakal pingsan duluan sebelum sempat memencet tombol jawab di keypad. Aku juga tak akan menanyakan dimana rumahmu karena aku tak akan pernah berkunjung ke sana. Dan kau tahu? Aku tidak akan mengangis jika pagi ini kudengar berita bahwa kau telah mati-tabrak lari. Aku tidak akan menyesal karena untungnya aku tak mengenalmu lebih jauh.
Rasa itu muncul begitu saja-tidak! Aku tidak sedang jatuh cinta padamu. Jangan berharap lebih dari rasa kagum. Aku tak tahu bagian mana darimu yang kukagumi. Kau hanya orang biasa. Bahkan terlalu biasa. Tapi tidak bagiku. Kau punya aura berbeda ketikaku mulai melirikmu.
Tak banyak kata yang telah ku utarakan padamu. Seingatku, perbicangan itu tidak berlangsung lama. Aku bertanya dan kau menjawab. Sederhana saja. Tak lebih dari sepuluh kata dalam kurun waktu beberapa bullan. Kau tahu iut kan. Aku terlalu malu jika harus membayangkan ekspresiku saat berbicara denganmu.
Pernah beberapa kali aku bosan sekolah. Kuputuskan untuk bolos saat itu. Tapi bayangmu terpatri erat dibenakku. Ingin bertemu. Rasa itu yang menyerang paru-paruku saat iu dan saat ini. Membuatku sesak. Tolong jangan paksa aku untuk bertemu kamu hari ini.
Aku tak berharap kau juga merasakan hal yang sama denganku. Sekalipun kau tak acuh, kau tak berhak melarangku menyukaimu. Ini rasaku-bukan rasamu.

*Format penulisan tidak menurut isi sananyo. Di ubah menurut swasana hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar