Rabu, 24 Februari 2010

big devil

Aku g tau setan apa yg merasukiku. Ku banting semua benda yang ada di hadapku. Hingga sejurus kemudian aku sadar apa yang sudah aku lakukan. Saat ku butuh bantuan sahabat” ku dan dukungan orang tuaku. Saat aku mengharapkan keadaan seperti itu, mereka lebih memilih untuk pergi tanpa mereka tahu aku sangat bergantung pada mereka.
Damn it!!!
Kata” itu yg muncul saat aku membuka layar komputerku. Bagus!! Semakin menambah kejengkelan di hati.
Mengapa pekerjaan rumah semuanya harus aku yang melakukan. Sangat tidak adil!!!
Saat teman”ku ber smz ria –sedangkan aku sudah 2 bulan tidak berpulsa, saat mereka berkodak” dg hape kamera-bahkan saat umur ku hampiir genap 17 aku tidak dibelikan henpon, saat mereka tidur”an di atas kasur-sedangkan aku harus repot” dgn tugas rumah yang seabrek dan lusinan tugas sekolah yg tak terselesaikan.

What a dreadful situation.
Gua benci!!!!!!!!!!!!!!!

Telfon uput, non actif, telfon reni, dag dijawab, telfon halim, sama aja. Siapa lg yg mu d telfon????????
Saat uva mati”an nguras otak bwt uh matematik ntar, panggilan alam berseru mintak minum, buekkan samba, cuci piring, dan seabrek kegiatan” lain yg aku rasa sama beratnya ama ngapalin rumus matematik. Bancibancibanci!!!!!

Andai malaikat mau datang kepadaku sekarang, aku bakal milih mati sekarang juga asal dia jamin aku masuk surga. Gua benci!!!!!
Enjoy ur life. Many people say that. Tapi tidak berlaku untukku. Bagaimana bisa aku bersenang-senang saat aku benar” under pressure. Mereka yg bilang kayak gitu Cuma orang yang terus berjalan di tengah badai kehidupan dan g pernah sembunyi di balik gua saat raksasa datang. Tapi itulah yg aku lakukan untuk kali ini dan sekian kali. Terlalu lemah untuk merangkak. Hanya menunggu dan menunggu sampai ada tumpangan tanpa mau berusaha.

Hate it!!!!
Sekali lagi aku membenci situasi seperti ini.

Honestly..
Aku senang melakukan pekerjaan rumah, tapi tidak saat aku harus berhadapan dengan berbagai dalil” matematika. Kau tahu- aku bakal ulangan. Dan itu sangat tidak mudah. Plis. Jangan paksa aku.
Aku tahu, tulisanku tidak jelas ujung dan pangkalnya. Tapi itulah yang kurasakn saat ini. Serasa ada bongkahan batu sebesar panci yang menyumbat aliran darah di otakku. Membuat saraf di otakku melebar, pembuluh darahku pun pecah, dan aku mulai tidak dapat berpikir rasional.
That’s it .

Hope shinigami kill me today.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar